Lubang Cerita

Reportase terbaru di Pindai, tentang Aldo Zirsov dan buku-buku miliknya yang menguap di Tanjung Priok, lantas terdampar di sejumlah tempat termasuk di Bandung, memiliki celah cerita yang tidak bisa menjawab mengapa sampai hilang, tidakkah Aldo (mestinya) menggugat pihak bea cukai?

Maulida Sri Handayani, penulis laporan, menulis, “Beberapa kali barang kiriman dibuka petugas bea cukai dan entah mengapa tidak terkirim ke alamat tujuan.” (Paragraf 15). Bagian “entah mengapa” ini yang kurang dijelaskan. Ini juga keteledoran saya (seringkali!) sebagai editor laporan tersebut.

Saya berbincang dengan Aldo mencari tahu jawaban itu. Sekelumit perbincangan ini juga sudah kami bagikan lewat akun Twitter Pindai.

Kita perlu konteks termasuk kurun waktu di sini. Aldo mengirim buku-buku miliknya, secara rutin 2-3 bulan sekali, dalam rentang 3,5 tahun (2004-2007), dari Denver ke Jakarta, totalnya hingga 3.500 buku.

Di Priok, ada beberapa pengiriman yang diperiksa atau masuk apa yang sering dikenal “jalur merah” di pabean. Satu kontainer besar ini, yang hilir-mudik, bongkar-muat, di pelabuhan berisi banyak barang, tak cuma barang berupa buku, juga dari beberapa nama pemilik. (more…)