pride-828056_1920

LGBT, Berita, Penghakiman

Istilah trial by the press biasanya merujuk pada situasi ketika berita-berita media telah menyimpulkan tentang siapa pihak yang bersalah atau tidak bersalah sebelum putusan pengadilan keluar. Karena berita-berita telah menggiring opini publik sedemikian rupa, dalam beberapa hal menampilkan secara berhadapan siapa yang antagonis dan protagonis, putusan pengadilan semacam hanya menjadi pelengkap. Atau bahkan dalam opini publik tidak berarti apa-apa karena jalannya persidangan menjelma panggung hiburan yang dirayakan.

Media menjadi hakim dalam membangun opini publik. Dalam proses menjadi hakim ini, dramatisasi dan personalisasi dilakukan untuk menjauhkan atau menyimpang dari pokok persoalan. Bumbu-bumbu di seputar kasus kadang jauh lebih penting dari fakta-fakta hukum yang ada. Tentu saja kebenaran hukum dan kebenaran jurnalistik berbeda, namun berlebihan dalam saling mengadu opini narasumber yang mengomentari sebuah persoalan hanya akan membawa publik pada realitas psikologis yang sudah dikonstruksi, alih-alih dari realitas sosiologis. Konsekuensinya, terjadi pembentukan opini yang tidak seimbang. (more…)