Kesamaan Kalimat dalam “Merumahkan Orang Rimba”

Dalam narasi reportase Jogi Sirait, “Merumahkan Orang Rimba” (dimuat Pindai 18 November 2015), ada tanggapan dari Roy Thaniago, peneliti Remotivi yang tengah studi media di Swedia. Roy menulis artikel “Jokowi, Orang Rimba, dan Kekerasan Kultural” (dimuat Geo Times pada 1 November 2015) sebagai respons kedatangan rombongan Jokowi dari Jakarta bertemu dengan orang Rimba di Jambi pada 30 Oktober.

Artikel Roy adalah salah satu diskusi viral yang sehat sebagai kritik terhadap upaya pemerintah “merumahkan” orang Rimba yang kian menyempit ruang hidupnya, di tengah gempuran korporasi dalam agenda kepentingan ekonomi-politik ekspansi global, sekalipun mayoritas orang Rimba tinggal di satu kawasan konservasi yang telah ditetapkan sebagai taman nasional. Proses mengubah status menjadi taman nasional itu, sebagian ide awalnya merujuk pengakuan hak adat dan lahan tempatan orang Katu di Taman Nasional Lore Lindu, Sulawesi Tengah. (Telaah proses perubahan dari pengakuan hak orang Katu, bisa Anda baca: Claudia D’Andrea, Kopi, Adat dan Modal (Sajogyo Institute, Yayasan Tanah Merdeka, Tanah Air Beta, 2013). (more…)