Tentang

Ruang publikasi kolektif untuk liputan dan analisis yang disajikan secara kritis dan mendalam.

Sikap kritis yang kredibel dan independen, memberi tempat bagi pelbagai peristiwa pinggiran tapi penting, yang luput dari tren publikasi arus-utama. Mendalam karena, dalam iklim media kini, tak cukup kecepatan semata lewat pelaporan serba ringkas, namun menempatkan perkara secara jernih dan proporsional dalam konteks yang relevan.

Pindai meyakini analisis mendalam makin penting dibutuhkan di tengah tren kepemilikan media oleh segelintir orang, yang menciptakan konglomerasi dan monopoli informasi, guna membangun literasi dan wacana kritis atas produk jurnalisme dari industri media di Indonesia.

Pindai, sebagaimana namanya, adalah ikhtiar memeriksa dengan cermat, dan dalam konteks media, kami hendak berupaya membangun informasi yang teliti dan akurat, dengan penyajian secara luwes dan segar. Kerja-kerjanya, meski tak selalu, melalui proses kurasi editorial.[]

Alamat surel: redaksi@pindai.org

Twitter: @pindaimedia

Facebook: facebook.com/pindai.org

 

REDAKSI


Fahri Salam / Editor

FahriPenulis, meliput isu kebebasan beragama di Jawa Barat dan kebebasan berekspresi di Papua. Twitter: @fahrisalam.

Wisnu Prasetya Utomo / Editor

wisnu puPenulis dan peneliti kajian ekonomi politik media. Karyanya yang diterbitan dalam bentuk buku, Pers Mahasiswa Melawan Komersialisasi Pendidikan (Indie Book Corner, 2013). Twitter: @wisnu_prasetya.

Prima Sulistya Wardhani / Manajer Media Sosial

primaJurnalis lepas, tengah mempelajari masalah-masalah agraria dan perubahan sosial. Twitter: @mahisa_cempaka.

Aditya Rizki Yudiantika / Web Editor

aditPeneliti dan pengembang situsweb, berminat pada Human-Computer Interraction, Augmented Reality, Social Networking, dan New Media. Kontributor lepas untuk Bisa Komputer.  Twitter: @buluhijau.